KEMAH LITERASI

Pendidikan Islam Anak Usia Dini

KEMAH LITERASI

 

Kemah Literasi – yang diadakan pada tanggal 22-23 Desember 2018 yang bertempat di Desa Kemlagi Mojokerto. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan komunitas gerakan mojopahit muda (GMM)  serta rumah baca banyu ilmu dan juga mahasiswa Prodi Piaud Institut KH. Abdul Chalim. Yang diikuti oleh anak-anak desa yang ada di sekitar serta sekolah-sekolah yang ada di daerah tersebut, dan juga kakak-kakak pramuka bahkan tetangga desa pun ikut berpartisipasi dalam acara kemah literasi tersebut.

Kegiatan dalam Kemah Literasi tersebut meliputi senam pagi, berpetualang mengelilingi desa, belajar permainan tradisional, serta dalam acara tersebut penampilkan bakat-bakat yang dimiliki anak-anak, terdapat juga buku-buku bacaan, buku pelajaran serta cerita-cerita anak. Kegiatan tersebut sangat membantu untuk meningkatkan minat baca di Desa Kemlagi, Mojokerto.

Kemah Litersi merupakan wujud implementasi kegiatan literasi yang terangkai dalam kegiatan perkemahan. Ini dimaksudkan agar kegiatan literasi masuk ke wilayah perkemahan melalui berbagai kegiatan di dalamnya. Dalam rangkain kegiatannya masyarakat akan diajak bermain permainan tradisional yang saat ini jarang dimainkan oleh anak-anak, dan juga anak-anak dapat belajar bersosialisasi dengan teman lainnya. Serta menyatukan potensi disetiap masyarakat dengan memanfaatkan event kebersamaan seperti kemah tersebut.  Diselenggarakannya kegiatan kemah literasi tersebut dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat melalui kegiatan perkemahan.

Menurut paparan dari Education Development Centre (EDC) menyatakan bahwa literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan ketrampilan yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

Adapun tujuan kegiatan literasi ini yaitu Menumbuhkan kembangkan budaya membaca dan menulis anak dengan cara membuat media pembelajaran dari barang bekas, membuat taman baca yang kreatif sehingga memicu minat siswa untuk berkarya, menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan seperti mendongeng, memainkan alat musik, sehingga anak tertarik dan haus akan pengetahuan, menerapkan media pembelajaran berbasis lingkungan sekitar, dan menerapkan nilai moral anak yang jujur, tanggungjawab, disiplin,adil, berani, mandiri, peduli, dan sabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *