Kunjungan Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIM)

Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Kunjungan Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIM)

Kunjungan Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIM)

Pada tanggal 15 Mei 2017 kemarin, seluruh mahasiswa/i PIAUD Institut Pesantren K.H. Abdul Chalim Mojokerto mengadakan kegiatan observasi ke salah satu yayasan pendidikan yang menyelenggarakan layanan pendidikan inklusif, yaitu Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya. Kegiatan observasi ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat secara langsung bagaimana sistem pendidikan dilaksanakan di sekolah inklusi. Selain itu, pendidikan inklusif ini termasuk bagian dari beberapa mata kuliah yang didapatkan oleh para mahasiswa/i PIAUD, sehingga membantu mereka untuk lebih memahami teori yang didapatkan dari pembelajaran di dalam kelas.

Sekolah inklusi merupakan sebuah sekolah yang menerima peserta didik ABK dengan kriteria tertentu untuk dapat belajar secara bersama-sama dengan peserta didik lainnya yang normal dalam kelas yang sama. Sistem layanan pendidikan di sekolah ini pun, seperti kurikulum, strategi/metode pembelajaran, penilaian, maupun penyiapan sarana dan prasarananya disesuaikan

dengan kebutuhan seluruh peserta didik baik yang normal maupun yang ABK. Kategori ABK yang dapat belajar di sekolah inklusi ini diantaranya adalah anak yang kesulitan dalam belajar, autis, dan anak yang memiliki kecerdasan yang luar biasa (genius). Sedangkan ABK yang tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa harus belajar di SLB (Sekolah Luar Biasa).

Salah satu yayasan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan inklusif  adalah Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM). Yayasan ini terletak di kota Surabaya. Sekolah ini sangat baik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak, karena sekolah ini menggunakan alam sebagai alat media belajar yang menyediakan banyak sekali pengetahuan yang dapat diambil manfaatnya. Mereka diajak secara langsung untuk bersosialisasi dengan alam. Anak juga dikenalkan kehidupan keseharian sejak dini.  Kegiatan mereka sangat banyak, seperti bermain sambil belajar. karena pada hakikatnya bermain merupakan dunia anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *